Pendakian Pertama : Berburu Sunrise di Gunung Prau

Hari yang ditunggu – tunggu telah tiba. Sudah sejak lama ingin rasanya mendaki gunung, paling tidak sekali seumur hidup(serius amat :D).  Pendakian dilakukan berdua bersama saudara yang kebetulan sedang dapat jatah libur. Sempat cari – cari informasi sebelum pendakian ke Gunung Prau lewat internet dan teman. Ternyata gunung ini adalah salah satu tujuan favorit pendaki baik pemula maupun yang sudah pro. Hehehe.

Tinggi Gunung Prau adalah 2565 mdpl dan terletak di Kabupaten Wonosobo, masih satu wilayah dengan Pegunungan Dieng. Pendakian dapat dilakukan melaui Desa Patak Banteng ataupun lewat Dieng. Kali ini kami menempuh melalui jalur Patak Banteng. Jalur Patak Banteng lebih ekstreem daripada lewat Dieng, akan tetapi jaraknya lebih dekat. 

Salam Dari Basecamp
Salam Dari Basecamp

Sampai di basecamp registrasi dulu ya, wajib ini. Biaya cukup murah, Rp. 4000 untuk tiket masuk desa patak banteng dan Rp. 6000 untuk tiket pendakian. Benar banget ini gunung favorit. Di basecamp ramai banget. Pukul 13.45 kami meninggalkan basecamp untuk memulai pendakian.

Di awal pendakian, ada tantangan pertama yang harus dihadapi, Ondo Sewu (tangga seribu). Anak tangga yang dilalui banyak banget, memang tidak sampai seribu anak tangga, sekitar 117 anak tangga. Cukup membuat kaki dan napas terengah – engah. setelah itu ada lagi tanjakan dengan tatanan batu (makadam) menuju POS 1 Sikut Dewo. Semangat!

Ondo Sewu

Istirahat sejenak di POS 1. Kebetulan ada yang lagi main burung merpati. Warga menyebutnya “Doro Kolong“. Sudah tiap hari latihan, karena akan ada turnamen. Di POS 1 inilah merpati jantan dilepaskan.

Merpati-kolong
Merpati Kolong
Carica
Carica

Dari POS 1 ke POS 2 jalur pendakian menanjak terus dengan medan berupa tanah. Jalur trekking akan melewati perkebunan warga. Ada kentang, carica, cabai dieng dan sayuran lain. Carica adalah buah khas Dieng. Cabai dieng memiliki ururan yang besar. Sebelum sampai POS 2 ada warung yang menjajakan makanan, gorengan anget yang rasanya gurih (efek di gunung ini keknya :D). Jangan lupa cobain “tempe kemul“-nya. Cukup istirahat di warungnya, lanjutkan perjalanan.

Trek Pos 1 - Pos 2 (kiri), Trek setelah Pos 2 (kanan)
Trek Pos 1 – Pos 2 (kiri), Trek setelah Pos 2 (kanan)

Setelah dari POS 2, jalur trekking ke POS 3 melewati hutan cemara. “Kiri kanan kulihat saja, banyak pohon cemara aaa aaa.” Trek semakin menanjak dan menanjak. Pelan – pelan saja jalannya dan jangan memaksa, lebih baik istirahat sebentar untuk mengatur nafas. Kesabaranmu diuji kawan. Tetap Semangat!

Setelah POS 3, jalur pendakian semakin ekstreem, menanjak banget, banget dan banget. Kalau di kalkulasi mungkin kemiringan lebih dari 45-60 derajat! Siapkan mental dan semangat terus ya :D. Jalur tanahnya licin, maklum sepertinya bekas hujan semalam.

Puncak Sunrise Camp
Puncak Sunrise Camp
Narsis sedikit di Sunrise Camp
Narsis sedikit di Sunrise Camp

Setelah trekking 3 jam, pukul 17.00 sampailah di lahan perkemahan (sunrise camp area). Wuiihh 3 jam, lama banget! Tenang, ini terhitung cepat untuk ukuran lama pendakian, apalagi buat pemula. Nggak berasa pokoknya, pemandangan pegunungan Dieng itu keren.

Sampai di sunrise camp, Gunung Prau menyambut dengan pemandangan yang sangat cantik. Tampak badan Gunung Sindoro terselimut awan putih. Dan alam pun bersahabat. Tak sabar jua untuk foto narsis. Hehehe.

Puas mengabadikan momen, hampir lupa waktu sudah semakin petang, udara semakin dingin. Tenda pun kami dirikan di dekat pohon dengan harapan sedikir terhindar dari terpaan angin, karena angin berhembus cukup kencang. Malam pun tiba, saatnya makan malam. Udara menjadi sangat dingin mungkin sekitar 10 derajat celcius suhunya. Tenda sudah bereembun, padahal baru pukul 19.30. Suhu dingin tapi pemandangan bintang menunggu untuk diabadikan :D.

Bintang, Milky way
Bintang, Milky way

Waktu menunjukkan pukul 21.00 dan sudah tak tahan lagi berada di luar tenda. Adem benerrrr. Saatnya tidur. Pukul 04.00 bangun, menunggu subuh dan siap-siap berburu sunrise. Siapkan senjata, kamera, baterai full, memori double, tripod, dll. Dan yang ditunggu – tunggu pun datang. SUNRISE!!

Sunrise1 Sunrise2

Bunga Daisy
Bunga Daisy

Pantas rasanya kalau Gunung Prau menjadi favorit pendakian. Pemandangannya sangat cantik. Gunung tidak terlalu tinggi, cocok untuk pendaki pemula. Area camping pun juga sangat luas. Rasanya ingin berlama – lama disini, betah banget rasanya. Tapi ada beberapa view point lain yang harus dijajaki 😀

Telaga Warna dan Telaga Pengilon tampak dari bukit Lonte Sore
Pegunungan Dieng, Telaga Warna (kanan), Telaga Pengilon(kiri) dan Kawah Si Kidang (atas, putih & berasap) tampak dari bukit Lonte Sore
Pegunungan Dieng, nampak Gunung Slamet dari kejauhan
Pegunungan Dieng, nampak Gunung Slamet (paling belakang) dari bukit Lonte Sore
Bukit Teletubies
Bukit Teletubies, dengan background Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi dan Merbabu
Bukit Teletubies
Bukit Teletubies dengan background Gunung Sindoro dan Sumbing
Padang savana, biasanya pendaki dari dan menuju jalur Dieng melintasi trek ini
Padang savana, biasanya pendaki dari dan menuju jalur Dieng melintasi trek ini
Trekking menuju puncak, jalur puncak jarang dilalui pendaki karena biasanya mereka cukup menikmati pemandangan di sunrise camp
Trekking menuju puncak, jalur puncak jarang dilalui pendaki karena biasanya mereka cukup menikmati pemandangan di sunrise camp

PuncakSampai juga di puncak, menikmati ciptaan Tuhan yang sangat indah. Betapa kecilnya kita. Tak layak kita bersikap sombong dengan apa yang kita rasa punya. Semua milik Allah.

Dan tibalah saatnya untuk kembali ke camp, siap – siap turun gunung. Tepat pukul 08.30 kami turun. Saya bukan pendaki gunung sejati, bukan pula pecinta alam sejati, saya cuma penikmat alam, jadi ayo kita jaga bersama keasrian dan kebersihannya. Buat yang ingin mendaki gunung dimanapun, perhatikan keselamatan, persiapkan peralatan, mental dan semangat. Yang paling penting, bawa turun sampah kalian!! jangan tinggalkan di gunung!!!

Buat kalian yang nyampah di gunung, #plissatuhlah dijaga, apa susahnya bawa turun sampahnya. Ingat, hanya monyet yang boleh buang sampah sembarangan!
Buat kalian yang nyampah di gunung, #plissatuhlah dijaga, apa susahnya bawa turun sampahnya. Ingat, hanya monyet yang boleh buang sampah sembarangan!

Sampai ketemu di explorer selanjutnya. #KeepTravellingAroundUs

Advertisements

8 thoughts on “Pendakian Pertama : Berburu Sunrise di Gunung Prau

  1. Post & Email? I tried all day off and on too. Maybe attacted? We are lucky they can't get them all, right? God has been good to us today. Keep praying. God Bless America, and our coauogeurs Patriots on the Front Line.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s