Pendakian Gunung Guntur: Tak Disangka Tak Dinyana Treknya Dijamin Extreme!!!

Cover

Yap, akhir pekan ini saya dan kedua teman saya akan melakukan pendakian. Rencana awal adalah mendaki Gunung Gede, akan tetapi karena kuota penuh akhirnya kami berpindah haluan untuk mendaki gunung lain. Gunung yang paling dekat dengan tempat kami tinggal (Bandung) adalah gunung yang ada di Garut. Disini ada beberapa gunung seperti, Gunung Galunggung, Gunung Cikuray, Gunung Papandayan dan Gunung Guntur. Kami memilih Gunung Guntur. Gunung ini memiliki ketinggian 2.249 mdpl. Tidak tinggi memang, tapi jalur trekkingnya, hmmmmmmm, bikin jiper, merinding, panas dingin dan dengkul somplak (lebay 😀 , tapi kalo gak percaya buktiin sendiri). Gunung Guntur memiliki karakter trek yang berpasir. Gunung Guntur juga memiliki empat Puncak.

Basecamp. Disini pendaki bisa menitipkan kendaraan. Selain di basecamp bisa juga di rumah Pak RT atau rumah Pak RW
Basecamp. Disini pendaki bisa menitipkan kendaraan. Selain di basecamp bisa juga di rumah Pak RT atau rumah Pak RW

Perjalanan dimulai dari Bandung, kami berangkat dari kos sekitar pukul 5.30 WIB dan sampai di Garut sekitar pukul 8.00 WIB. Patokan menuju pintu masuk pendakian tidaklah sulit, patokannya adalah SPBU Tanjung. Letaknya ada di kanan jalan arah dari Bandung. Sebelum SPBU tersebut ada pintu masuk Jalur Citiis yang merupakan gerbang masuk pendakian Gunung Guntur. Masuk ke dalam sekitar 500 m. Ada 3 tempat pendaftaran dan parkir bagi yang membawa kendaraan, yaitu rumah Pak RT, rumah Pak RW dan Basecamp. Pilih aja salah satu, biaya masuk dan parkir kata Pak RT seikhlasnya aja :D.

Sebelum memulai pendakian kami melakukan ritual dulu. Hehehe. Sarapan, cek peralatan, registrasi, pemanasan dan do’a. Dan kamipun berangkat mendaki meninggalkan basecamp pukul 9.30 WIB. Semangat !!

Di awal pendakian, banyak truk yang membawa pasir, batu atau kerikil. Daerah ini memang tempat penambangan pasir, dan batu kerikil.

Di awal pendakian treknya berpasir dan berkerikil, woles aja, perjalanan masih panjang :D
Di awal pendakian treknya berpasir dan berkerikil, woles aja, perjalanan masih panjang 😀

Jalur naik ada 2, yaitu jalur biasa dan jalur curug Citiis. Jalur biasa panas dan gersang tapi bisa lebih cepat sampai puncak. Jalur curug setengah perjalanan melewati hutan dan sumber air. Kami memilih jalur yang gersang untuk naik. Untuk melewati jalur ini sediakan bekal air yang banyak. Saran saya, sebaiknya ambil jalur curug, karena teman – teman bisa ambil air dan treknya sedikit lebih bersahabat :).

Treknya nanjak banget, ampun - ampunan (kiri).  Tempat yang lumayan datar untuk kami Ishoma (kanan).
Treknya nanjak banget, ampun – ampunan (kiri). Tempat yang lumayan datar untuk kami Ishoma (kanan).

Pukul 13.00 kami beristirahat untuk makan siang dan sholat. Sekitar satu jam kami beristirahat. Pukul 14.00 kami melanjutkan perjalanan. Teman saya mengukur kemiringan trek adalah sekitar 30 derajat. Tapi saya tidak percaya, mungkin ini 45 atau 60 derajat. Nanjaknya ampun gan!!!. Trek yang kami tempuh berpasir dan berkerikil. Licin dan labil. Sempat kami bertemu dan bertanya kepada kawan yang sedang turun gunung istirahat, “Bang, ini treknya gini terus?“. Jawab dia, “Iya bang, kek gini terus mpe puncak, kaga ada bonusnya“. Waduh, jiper juga ini. Bikin mental down aja mereka :(. Dan benar, kami melanjutkan perjalanan pelan tapi pasti. Pasti gempor, ngesot dan capek parah!! Saya sempat berujar, “mendaki gunung ya mendaki aja, tapi gak kayak gini juga kaleee!!“. Saat istirahat saya melihat banyak perempuan yang naik juga, salah satunya ukhti pakai rok panjang. Melecutlah kembali semangat 45 ane gan. Dia aja cewek, pake rok panjang lagi, bisa naik, masa saya jiper. Semangat!!!

Tepat pukul 16.30 kami sampai di camp area. Kami beristirahat sejenak sebelum kami mencari tempat untuk mendirikan tenda. Cuaca mulai dingin dan berkabut.

Sampai juga kami di camp area di Puncak Satu. Disinilah kami mendirikan tenda.
Sampai juga kami di camp area di bawah Puncak Satu. Cuaca mulai berkabbut tebal dan suhu semakin dingin. Disinilah kami mendirikan tenda.

Di camp area di bawah Puncak Satu kami mendirikan tenda. Disinilah kami berlindung dari dinginnya Gunung Guntur. Logistikpun dibongkar dan kami hancurkan (makan malam 😀 ). Pukul 21.00 kami tidur, menyiapkan energi untuk besok summit attack. Yeaaahh!!

Dan Matahari pun terbit….

Sunrise dari camp area di bawah Puncak satu
Sunrise dari camp area di bawah Puncak satu.

Mumpung matahari belum begitu nampak, kami bersegera menuju puncak satu.

Hangatnya matahari terbit ditengah perjalanan menuju Puncak Satu
Hangatnya matahari terbit ditengah perjalanan menuju Puncak Satu.

Sekitar 30 menit kami sampai di puncak satu. Tidak lama kami di Puncak Satu dan kami bersegera menuju Puncak Dua.

Nampak Puncak satu dari pertengahan jalur menuju Puncak Dua
Nampak Puncak satu dari pertengahan jalur menuju Puncak Dua.
Puncak Dua masih jauh, Semangat!!
Puncak Dua masih jauh, Semangat!!

Nanjak lagi dan lagi, pasir lagi dan lagi, kerikil lagi dan lagi. Mental benar – benar diuji disini. Nyalakan terus ya :). Tak lama, kami pun sampai di Puncak Dua.

Sampai juga di Puncak Dua
Sampai juga di Puncak Dua.

Sesampainya di Puncak Dua, masih ada Puncak Tiga dan Puncak Empat menanti. Tapi rasanya cukup sampai Puncak Dua saja. Kita harus tahu dimana batas kemampuan fisik kita sendiri. Kesuksesan pendakian tidak berhenti di puncak, tetapi sampai kita pulang dengan selamat sampai di rumah :).

Nampak Puncak Tiga dari Puncak Dua.
Nampak Puncak Tiga dari Puncak Dua.

Di puncak dua ini, pemandangannya sangat cantik. Kita bisa melihat keindahan pemandangan yang luas. Kita bisa melihat beberapa gunung, seperti Gunung Ciremai, Gunung Galunggung, Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Gede dan Gunung Slamet sekalipun.

Dari Puncak Dua ini, kita bisa melihat Gunung papandayan dengan cukup jelas.
Dari Puncak Dua ini, kita bisa melihat Gunung papandayan dengan cukup jelas.

Tepat pukul 7.00 kami turun kembali menuju camp area.

Nampak Gunung Cikuray saat kami turun dari Puncak Dua. Indah sekali pemandangn disini :)
Nampak Gunung Cikuray saat kami turun dari Puncak Dua. Indah sekali pemandangn disini 🙂

Kami turun lumayan cepat, sekitar pukul 7.45 kami sampai di camp area. Kami bagi tugas untuk masak sarapan dan packing. Selesai kami makan sarapan dan packing pada pukul 10.00 kami berangkat turun gunung. Ingat, bawa semua sampah turun. Wajib!!

Untuk turun, pilihlah trek yang berpasir. Lebih aman, karena pasir akan membantu pengereman. Hati – hati juga karena ketika turun gunung secara rombongan resiko untuk batu jatuh dari atas sangat tinggi. Pilih juga trek menuju curug, isi kembali persediaan air sekaligus istirahat sejenak. Sekitar dua jam kami beristirahat di curug.

Sekitar pukul 15.15 kami sampai di basecamp. Kami sempat mampir ke pemandian air panas Cipanas untuk sekedar mandi, bersih – bersih dan relaksasi.

Pesan saya, buat yang ingin mendaki gunung dimanapun, perhatikan keselamatan, persiapkan peralatan, mental dan semangat. Yang paling penting, bawa turun sampah kalian!! jangan tinggalkan di gunung!!!

Sampai ketemu di explorer selanjutnya. #KeepTravellingAroundUs

Advertisements

5 thoughts on “Pendakian Gunung Guntur: Tak Disangka Tak Dinyana Treknya Dijamin Extreme!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s