Ekspedisi Rinjani : Pendakian Sang 3726 MdPL

Top of Mount Rinjani

Ayo Ndaki!!

Yap, begitulah teriakan ketika libur telah tiba 😀

Bermula dari keinginan untuk naik ke Semeru setelah lebaran, akan tetapi ada ajakan dari sepupu yang sebenarnya hanya sekedar bercanda yang sangat menggoda. “Mas, ayo naik Rinjani, Semeru ntar aja belakangan, ntar tak anter wis, hahaha”. Tanpa mikir langsung saja saya meng-iyakan, dan diapun kaget, maklum saya ini pemula banget dalam dunia hiking, hehehe. 

Sebelum naik, kami mencari informasi dulu dari rekan – rekan yang sudah expert dan pernah naik Rinjani. Ke Rinjani wajib rasanya memakai jasa porter. Porter kita butuhkan untuk sebagai penunjuk jalan (banyak kejadian pendaki tersesat), membantu membawa logistik dan barang – barang, memasak untuk makan pendaki, dan menjaga barang bawaan kita di tenda agar tidak hilang (banyak banget tragedi pencurian). Porter juga yang menjemput kami di bandara dan mengantar sampai Sembalun.

Untuk naik rinjani bisa ditembuh melalui beberapa jalur, yaitu Sembalun, Senaru, dan Torean (setahu saya). Kami memilih jalur pendakian naik dari Sembalun dan turun Sembalun, karena pertimbangan jarak, waktu dan biaya. Jika temen – temen explorer punya waktu lebih dan ingin melanjutkan jalan jalan di Gili Trawangan, akan lebih bijak turunnya di Senaru.

Solo – Surabaya – Lombok

Perjalanan dimulai hari Jumat malam pukul 22.00 dari Solo naik bus EKA jurusan Surabaya. Perjalanan darat ditempuh selama 6 jam, sampai di Surabaya hari Sabtu sekitar pukul 04.00. Dari terminal kami naik Bus DAMRI jurusan bandara Juanda, perjalanan ditempuh selama 30 menit. Selanjutnya kami menggunakan jasa penerbangan Surabaya – Lombok yang ditempuh sekitar 1 jam. Kami terbang pukul 10.00 WIB dan tiba di bandara Lombok pukul 12.00 WITA (selisih 1 jam perbedaan waktu).

Bandar Udara Internasional Lombok
Bandar Udara Internasional Lombok

Selamat Datang di LombokDari bandara Lombok Praya kami dijemput porter menuju Sembalun. Cukup jauh jarak Bandara Lombok ke sembalun, kami menempuhnya dengan waktu 3 jam (kalau cepat bisa 2 jam saja). Di rumah porter yang kami sewa, kami menginap sebelum dan setelah pendakian dan tidak kena biaya tambahan. iiiyyyeeeyyyy!!

Penjual sayur dan buah di pasar
Penjual sayur dan buah di pasar
Pasar Sembalun
Pasar Sembalun

Logistik tidak perlu bawa dari rumah, beli aja di pasar Aikmel. Bisa juga belanja di pasar Sembalun, tapi harga rada mahal dan kalau siang biasanya penjualnya sudah tutup. Bisa juga minta porter yang belanja, kita tinggal kasih uang dan terima beres (saya pilih yang ini karena pertimbangan capek dan butuh istirahat, hahahangelesaja).

TNGR
Registrasi, beli tiket di TNGR, 4 hari 3 malam cuma 15.000/org

Jangan lupa registrasi sekalian di basecamp TNGR (Taman Nasional Gunung Rinjani), murah lho 4 hari 3 malam berdua kami cuma bayar Rp 30.000 ,-. Jadi perorang cuma dikenakan biaya tiket Rp 15.000 ,- . WOOOWW!!

Wajib ya ini, jangan sampai tidak beli tiket/registrasi. Jika terjadi insiden pendakian, kita bisa klaim dan minta tolong kepada tim  penyelamat dari TNGR.

Memulai Pendakian, Naik dari Sembalun pintu Bawak Nao

Dari Sembalun sendiri ada beberapa jalur start, yaitu TNGR, Batas Kawasan, dan Bawak Nao (setahu saya lho ini 😀 ).

Pagi pagi di Sembalun, jam 6.00 WITA
Pagi pagi di Sembalun, jam 6.00 WITA

Hari minggu pukul 8.30 WITA kami berangkat naik dari pintu Bawak Nao. Usahakan targetkan untuk bisa nge-camp di Pelawangan Sembalun, jangan di Pos 3 agar tidak rugi waktu. Tapi kalau fisik tak mampu ya apa boleh buat.

Ini baru awal pendakian, pemandangan yang keren masih banyak
Ini baru awal pendakian, pemandangan yang keren masih banyak
Pos 1 Sembalun
Pos 1 Sembalun

Dua jam berjalan, sampai di pos 1, istirahat sejenak ambil napas, minum dan makan sedikit snack. Jangan lama – lama istirahatnya, lanjut jalan!! Sekitar dua jam berikutnya sampai di Pos 2, istirahat lagi sejenak, rencana mau makan disini, tapi melihat kondisi pos yang sangat ramai dan belum terlalu lapar, akhirnya kami putuskan untuk lanjut saja.

Pos 2 Sembalun
Pos 2 Sembalun

Banyak sekali pendaki dari luar negeri (bule-red). Dari Perancis, Kanada, Amerika, Jerman, Cina, Korea dsb. Jumlah porter yang mengiringi mereka otomatis menjadi sangat banyak. Pendaki lokal cuma itungan jari, sangat sedikit.

Padang ilalang dan sungai kering
Padang ilalang dan sungai kering, tampak batu hitam, mungkin bekas aliran lava gunung Rinjani yang meletus jaman dahulu kala 😀

Sekitar pukul 14.00 kami sampai di Pos Extra, pos sebelum Pos 3, disini kami istirahat dan makan siang. Selanjutnya kami meneruskan perjalanan, tak lama kami sudah sampai di Pos 3.

Bukit Hijau
Bukit bukit nampak hijau meskipun ini musim kemarau

Setelah pos 3 inilah jalur yang menantang, 7 Bukit Penyesalan. Tak ada papan nama atau nomor bukit disini, jadi hitung aja sendiri ya, hahahaha. Kata porternya, kenapa disebut Bukit Penyesalan adalah karena kita dibuat menyesal udah naik, mau lanjut naik nanjaknya berat kalau mau turun jauh banget.

Bukit Penyesalan
Trek salah satu bukit penyesalan, sepertinya udah deket bukit terakhir, padahal dibalik bukit itu masih ada bukit lagi 😦

Buat saya yang pemula, medan menuju Pelawangan tidaklah sulit, lebih sulit Gunung Guntur akan tetapi treknya lebih jauh. Di bukit penyesalan sendiri yang berat dan menantang adalah 2 bukit terakhir.

Sunset
Sunset di balik bukit, udah magrib tapi belum sampai juga di Pelawangan, Semangat!!

Pukul 20.30 kami sampai di Pelawangan Sembalun (iiiyeeeyyy berhasil!!hahaha 😀 ), kami mendirikan tenda dan menginap disini. Sementara kami mendirikan tenda, porter kami mengambil air lalu memasak untuk kami makan malam. Setelah makan (larut) malam, tidur adalah wajib, untuk mempersiapkan summit attack besok.

Summit Attack, 3726 MdPL

Hari minggu pukul 02.30 saya bangun, melek, kucek-kucek mata, cuci muka biar bisa melek, isi tenaga lagi dan siap – siap summit. Pukul 3.30 kami berangkat summit. Kalau dilihat lihat jaraknya dekat, tapi setelah kami tempuh, hmmmmmm, jauh gaaaannn!! Harapannya bisa dapet sunrise di puncak, tetapi sangat tidak mungkin, jam 3 aja belum berangkat :D. Ditengah perjalanan ketemu juga dengan sunrise. Tak henti rasanya mengagumi kebesaran Sang Pencipta. Cantik banget sunrisenya, bahasa kekiniannya “pecah banget” :D.

Sunrise ditengah perjalanan Summit
Sunrise ditengah perjalanan Summit
Sunrise di tengah perjalanan
Sunrise di tengah perjalanan

Matahari semakin meninggi, danau diseberang sudah nampak. Dulu danau ini cuma bisa saya lihat di lembaran uang. Danau Segara Anak!! Padahal ini belum sampai di puncak, masih separuh perjalanan. Semangat!!!

Danau Segara Anak
Danau Segara Anak, ini belum sampai puncak loh, masih mungkin baru separuh perjalanan

Jalur pendakian semakin menanjak. Medan pasir dan kerikil adalah jalurnya. Sebelah kiri bak jurang, sebelah kanan jurang juga ke danau. Jalurnya tidak terlalu lebar. Lalu lalang pendaki yang turun menjadi alasan untuk sekedar berhenti mengambil nafas. Bagi yang takut ketinggian jangan coba – coba ya!! Berbahaya!! Mental pendaki benar – benar diuji. Buat yang gak kuat mental pasti udah berhenti di tengah jalan. Sepupu saya aja yang sudah expert di dunia hiking hampir patah semangat dan down mentalnya. Fisik kuat, prima dan mental baja adalah modal utama menaklukkan Rinjani. Ada jalur yang sangat berat, saya menyebutnya Jalur Penyiksaan. Jalur ini nanjaknya gak kira – kira. Treknya berbatu, berpasir dan berkerikil. Kalau dari Pelawangan kelihatan jalan berwarna putih. Sekali injek pasti melorot. Sabar aja, sedikit – sedikit, pelan – pelan ntar juga nyampe di puncak :).

Jalur Penyiksaan
Jalur Penyiksaan

Butuh waktu 7 jam saya sampai di puncak Rinjani. Sepupu saya lebih lama malahan, 8 jam! Saya sampai di puncak sekitar pukul 11.00 an. Capek, lelah dan peluh terbayar sudah. Puncak Rinjani 3726 mdpl berhasil ditaklukkan.

Berhasil, Puncak Gunung Rinjani 3726 MdPL
Berhasil, Puncak Gunung Rinjani 3726 MdPL

Dua jam kami foto-foto dan menikmati puncak yang sepi, karena bule-bule sudah pada turun. Ada untungnya juga nyampe di atas pas tengah hari, hehehe. Di puncak ini kita dihadapkan ke beberapa sisi. Ada Danau Segara Anak, Kawah Muncar, Lautan Lombok, Gunung Tambora, Gunung Sangkareang, Gunung Anak Dara, Gunung Pergasingan dan kalau beruntung bisa terlihat Gunung Agung di Bali.

Kawah Muncar
Kawah Muncar

Pukul 13.00 kami turun, cuma butuh waktu 2 jam untuk turun dan sampai di tenda. Itupun kami selingi dengan istirahat dan ngobrol – ngobrol dulu dengan teman – teman pendaki. Sebelum sampai di tenda, kami kongkow – kongkow dulu di tenda teman pendaki untuk sekedar minum dan melepas lelah. Sampai di tenda tempat kami ngecamp, makanan sudah siap (thanks a lot Mr. Porter), makan siang dan saatnya tiduuurrr!!

Malam ini kami menginap lagi di Pelawangan, esok kami akan melanjutkan perjalanan menuju Danau Segara Anak. Sampai ketemu besok 😀

Tetep jaga kebersihan ya! Sampai ketemu di explorer selanjutnya.

#KeepTravellingAroundUs

Advertisements

6 thoughts on “Ekspedisi Rinjani : Pendakian Sang 3726 MdPL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s