Danau Segara Anak : Di Gunung Ada Danau, Di Danau itu Ada Gunung Lagi

Berhasil menakklukkan puncak 3726 mdpl, keesokan harinya kami akan melanjutkan perjalanan ke barat mencari kitab suci menuju Danau Segara Anak. Pagi subuh saya sudah terbangun dari tidur nyenyak. Saya keluar tenda dan menghirup dingin dan segarnya udara Rinjani. Sembari menunggu sunrise, kopi panas telah siap di sruput. Sarapan pun sebentar lagi siap. Sunrise pun datang, hangat cahaya matahari pagi menyelimuti tanah Rinjani.

Sunrise Pelawangan Sembalun

Di depan dan belakang tenda pemandangan yang elok menyambut pagi di Pelawangan. Kenikmatan yang mahal memang, bukan karena kemewahan harta dunia, tapi karena kesederhanaan dan sajian ciptaan Tuhan yang tak ternilai. Tak henti rasa syukur ini terpanjat untuk Sang Pencipta.

IMG_20150804_073529_HDR copy

The PorterPukul 09.00 kami berangkat turun menuju Danau Segara Anak. Jalur turun pun tak kalah ekstreem. Dengkul rekan explorer akan diuji disini :D. Dulu jalan menuju ke danau sudah dibangun bagus dengan ada jalan setapak dari beton berupa tangga – tangga. Akan tetapi sekarang sudah rusak dan besi – besinya sudah banyak yang hilang 😦 . Karena musim kemarau jadi debunya banyak banget, pakai selalu maskernya.

Butuh waktu 3 jam untuk sampai di danau. Dulu saya hanya melihat foto danau ini di uang 10.000 an. Sekarang saya bisa melihat sendiri danau tersebut dengan mata kepala sendiri. Cantik & Amazing!!!

Danau Segara Anak

Di sini kita bisa mancing ikan lho. Kemarin lupa bawa pancing, jadi ya liat porter yang mancing aja, hehehe.

Mancing Mania, bawa pancing, ikannya banyak lho :D
Mancing Mania, bawa pancing, ikannya banyak lho 😀
Air terjun
Air terjun air panas

Tak jauh dari danau ini ada tempat mandi air panas. WOOOW!! Air dingin ada, air panas ada, air terjun pun ada. Komplit, plit, plit, plit!! Bagian sumber atas untuk bule dilarang mandi disini. Untuk bule mandinya di bawah, yang ada air terjunnya. Tidak tahu pasti alasannya kenapa, mungkin karena di atas suhunya panas banget, atau mungkin karena aturan adat. Kata porter kami, di dekat danau pun ada Goa, Goa Susu namanya. Saya tidak sempat kesana, karena setelah mandi di air panas, kabut sudah turun dan udara pun dingin banget. Saya memutuskan untuk ngopi – ngopi sambil beercengkerama dengan porter dan rekan pendaki lain. Sharing pengalaman mendaki, sampai hal – hal lucu dan koplak, hahaha.

Kabut
Kabut sudah turun, dingin dan mistis

Hari semakin larut dan malam pun tiba, saatnya makan malam. Badan rasanya capek semua, muka dan kulit menghitam, bibir pecah – pecah, tapi ini adalah bagian dari perjuangan, ceiileeee. Istirahat cepat menjadi pilihan tepat. Besok pagi adalah hari yang panjang untuk turun gunung.

Pagi di Danau
Pagi Di Danau Segara Anak

Kami memilih untuk kembali melewati jalur Sembalun, meski dari danau harus naik lagi menuju Pelawangan Sembalun, tak jadi soal. Berangkat pukul 09.00 dan sampai di Pelawangan Sembalun pukul 12.00. Di tengah perjalanan sempet ketemu sama “IGOR SAYKOJI” yang lagi turun menuju danau. Keren juga ini orang. Setelah Semeru beberapa tahun lalu, sekarang Rinjani. Kakinya lecet, habis jatuh terperosok sepertinya.

Sampai di Pelawangan Sembalun jam 12.00, istirahat dan makan siang sebentar, Pukul 13.00 kami turun menuju desa Sembalun. Tidak butuh waktu lama untuk turun, pukul 19.30 kami sudah sampai di rumah porter tempat kami menginap.

Tetep jaga kebersihan ya! Sampai ketemu di explorer selanjutnya.

#KeepTravellingAroundUs

Advertisements

5 thoughts on “Danau Segara Anak : Di Gunung Ada Danau, Di Danau itu Ada Gunung Lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s