Mendaki Rinjani Pakai Jasa Porter, Perlu Gak Sih?

Teman – teman pecinta alam, pendaki gunung, hikers, pasti tidak asing dengan istilah porter. Dalam dunia pendakian, menurut saya porter adalah bahasa halus dari kuli. Dan rasanya memakai kata kuli memang agak kasar (IMHO). Umumnya porter ini tersedia di gunung – gunung yang tinggi dan populer untuk pendakian, seperti Rinjani, Semeru, Jayawijaya, Everest, dll dsb. Medan yang berat, trek yang panjang, beban bawaan yang berat dan waktu pendakian yang lama, dsb. menjadi beberapa alasan penggunaan jasa porter.

Saya pengalaman menggunakan jasa porter saat mendaki Gunung Rinjani. Sebelum menggunakan porter, tentu saya cari – cari info dulu dengan orang yang pernah ke Rinjani, lewat media sosial dan pastinya eyang Google. Kebetulan temen saudara saya merekomendasikan seorang porter. Saya berencana naik dari Sembalun, dan kebetulan rekomendasi porter itu adalah orang Sembalun. Saya menghubungi porter ini dan bernegosiasi tentang tarif, rencana pendakian, penginapan dan transport.

IMG_20150802_063446_HDR copy 2
Baru bangun tidur porternya, saya suruh langsung belanja 😀

Dari porter yang saya sewa ini, saya dijemput dari Bandara Lombok untuk menuju Sembalun. Karena rumahnya di Sembalun, saya menginap 2 malam di rumahnya, semalam sebelum pendakian, dan semalam setelah pendakian. Untuk logistik, saya kasih uang dan porter yang membelanjakan. Udah modal percaya aja karena dari awal udah buat kesepakatan juga, bahwa saya terus terang tidak sedia uang banyak, jadi kita gotong royong aja, porter untung tetapi saya juga tidak habis uang banyak. Alhamdulillah porter mengerti dan faham, jadi ibaratnya sama – sama untung.

DSC_1157 copy
Pagi – pagi di depan rumah porter di Sembalun. Dinginnya gggrrrrr

Ada yang unik dari Desa Sembalun ini. Desa Sembalun ini ada di Kecamatan Sembalun juga. Bisa samaan ya? 😀 . Hampir semua penduduk laki – laki mayorritas berprofesi sebagai porter dan petani. Dalam satu keluarga, bisa jadi semuanya adalah porter. Idealnya 1 porter untuk 2 orang pendaki. Porter yang saya sewa bahkan pernah mengerahkan 20 orang rekan porternya untuk melayani satu tim pendaki dalam sekali pendakian. Waw!! Kata mereka, untuk style pendakian mereka lebih menyukai pendaki lokal daripada pendaki asing, karena pendaki lokal jalannya pelan dan santai :D. Iya sih memang, saya berkali – kali disalip pendaki asing :(. Kalah fisik dan kebiasaan.

Beberapa alasan saya menggunakan porter adalah:

Keamanan

Menurut kabar yang beredar, Gunung Rinjani adalah gunung yang rawan terhadap tindakan pencurian. Walaupun belum tahu kebenaran berita tersebut, tetapi saya tidak mau ambil resiko.Kebayang dong, gimana jadinya kalau pas kita Summit Attack, semua perlengkapan dan logistik kita di camping ground raib semua.

Saat kita Summit Attack, yang bisa memakan waktu 5 jam, bahkan lebih (saya butuh sekitar 7-8 jam 😦 ), porter akan menunggu kita di camping ground di Pelawangan Sembalun. Porter akan menjaga perlengkapan yang kita tinggal di tenda. Selain itu porter juga akan memasak makanan untuk kita. Setelah turun dari summit attack kita tidak perlu pusing memikirkan siapa yang akan memasak. Udah capek, laper, lemes, makanan belum siap lagi, kebayang stressnya. So, dengan adanya porter ini very very helpfull 🙂

Beban

Saya memakai carrier 60L, tapi rasa – rasanya cuma muat 45L. Carrier sudah terisi penuh, tetapi tanpa logistik. Buat saya yang amatiran ini udah berat banget. Kalo ditambah logistik, bisa ngesot naik gunungnya. Semua Logistik dibawa porter. Tenda, nesting, air, peralatan makan minum dan memasak semua dibawa porter.

IMG_20150805_142148_HDR copy The Porter

Porter ada yang mengangkut beban dengan keranjang yang dipikul. Ada juga yang memakai carrier layaknya pendaki umumnya. Bayangkan, dengan beban yang begiru berat, medan yang terjal, hawa panas di siang dan dingin malam yang menusuk tulang, mereka hanya mengenakan baju biasa, sarung dan sandal jepit. Salut untuk mereka. Untuk pendakian Rinjani yang panjang dan melelahkan, pengurangan beban yang dibawa porter sangatlah membantu.

Lama Pendakian

Mendaki Rinjani memang butuh waktu bebrapa hari, idealnya 4 hari 3 malam. Hari pertama naik menuju Pelawangan Sembalun, hari kedua summit attack, hari ketiga turun ke danau Segara Anak, hari keempat turun pulang ke desa Sembalun. Sehari makan 3 kali, 4 hari berarti makan 12 kali, masak juga 12 kali. Belum lagi minum kopi/teh/susu. Bakalan repot kalau tanpa porter. Rasa capek yang terakumulasi, dan masih harus berpikir menyediakan makanan tentu bisa membuat frustasi.

Guide/Pemandu

Dari Sembalun, ada beberapa titik star pintu pendakian. Setahu saya ada 3 jalur resmi yaitu, TNGR, batas kawasan dan Bawak Nao. Masing masing ada plus minusnya. Selain membantu membawa peralatan dan perbekalan, porter juga bisa memandu kita di sepanjang pendakian. Biasanya guide dan porter ini terpisah, guide ada sendiri dan porter juga ada sendiri. Biasanya yang seperti ini adalah untuk pendaki asing atau pendaki lokal dengan jumlah anggota yang sangat banyak.

Karena saya hanya berdua, maka saya menganggap porter ini tidak sebagai kuli/pembantu/pesuruh tetapi menganggpnya sebagai partner dan guide. Saya kira ini cara yang lebih bersahabat dan manusiawi (tiba – tiba mendadak bijak 😀 ). Dengan adanya porter, kita bisa berdiskusi untuk start memalui pintu yang paling cepat dan efisien. Di sepanjang trek kita akan menemukan banyak hal menarik. Kita bisa bertanya – tanya tentang sejarah dan hal – hal yang kita temui di sepanjang perjalanan tersebut kepada porter. Sehingga, pendakian kita tidak sekedar mendapatkan capek, puncak dan pemandangan, tetapi makna, cerita dan kearifan lokal yang ada di pendakian kita.

IMG_20150805_074505_HDR copy
Dari kiri ke kanan: Saya (pakai buff), Pak Titik (porter yang juga paman porter saya), Dahlun (porter saya), Endi (saudara saya)

Meski trek Rinjani selalu ramai, tapi jangan salah, yang tersesat juga banyak. Bahkan porter sendiri pun ada yang tersesat. Nah, porter aja bisa tersesat, gimana kita yang amatir 😦 . Sebisa mungkin gunakan porter yang sudah pengalaman, klo bisa dari teman yang pernah pakai jasanya. Kalau naik dari Sembalun, pakai aja porter dari Sembalun. Kalau naik dari Senaru, pakai aja porter dari Senaru. Tapi terserah teman – teman juga, mau seperti apa. The choice is yours 🙂

Kesimpulan saya pribadi, ke Rinjani adalah wajib rasanya memakai jasa porter. Lebih baik kita mengeluarkan dana sedikit lebih, tetapi pendakian kita menjadi aman dan nyaman. Oiya, sebelum naik gunung, buat dulu rencana perjalanan dan pendakian dengan terperinci. Jaga selalu keselamatan dan kebersihan 🙂

#KeepTravellingAroundUs

NB: Info porter Gunung Rinjani, Dahlun (081238119941 / 081918359781). Kalau temen – temen pakai jasa beliau, titip salam ya (Salam dari Budi – Solo) 😀

Advertisements

22 thoughts on “Mendaki Rinjani Pakai Jasa Porter, Perlu Gak Sih?

    1. Agak sulit juga untuk menjawab pertanyaan seperti ini. Setiap orang (pendaki) memiliki porsi makan dan selera makan yang berbeda beda. Ada yang kalau makan harus nasi, ada yang alergi sayur, ada yang g doyan mie instan, dll. Susah dan tidak bisa dipukul rata. Lebih baik sesuaikan dengan selera aja masing2 beserta anggota tim.

      Sebagai gambaran, saya dulu makan 3 kali sehari. Pagi & malam pakai nasi, sayur oseng & telur, atau nasi goreng, siang cukup mie instan/spageti. Untuk minum, ya paling kopi & teh, selebihnya air putih (mentah) hahaha. Saya keluar sekitar 250 rb/orang untuk 4 hari. Ini versi cukup sih menurut saya. Kalau mau lebih ya lebih bagus.

      Km bisa ngitung sendiri, sesuaikan dgn selera, mau mewah/sederhana/hemat. Hitung juga untuk berapa anggota dlm 1 tim.

      Semoga membantu

  1. Bagi kawan kawan yg mau mendaki rinjani via sembalun untuk tidak menggunakan koordinator porter namanya pak tuti atau lebih dikenal dengan Amaq UTI…nmr tlp nya 081803750795…saya.salah satu korban nya…booking porter sebulan sebelum pendakian plus logistik dll, harga dah deal semua, pas hari H kami tiba disembalun ternyata non besar..porter yg kami booking dibilang ga ada sudah habis dan kami pun harus keluar extra cost buat bermalam disembalun,,,rombongan kami 12 orang jd bisa dikira kira berapa tambahan cost yg kami keluarkan gara gara koordinator porter yg bangke macam Amaq UTI…keesokan hari kami harus kalang kabut lg mencari porter dan juga logistik sendiri…demikian info dari saya yg merasa dikecewakan oleh Amaq UTI

    1. Turut prihatin bang Iwan, semoga bisa menjadi warning buat kita supaya tetap berhati-hati. Mungkin buat temen2 juga, lebih baik pake jasa porternya langsung, bukan lewat koordinatornya. Usahakan juga memilih jasa porter yang pernah dipakai sama teman dan feedbacknya positif. Buat pembayaran jasa porter, saya kemarin bayar pas udah selesai pendakian, jadi lebih aman.
      Kebetulan kemarin saya dapet rekomendasi dari temennya teman yang dulu pernah kerja di Perhutani lombok. Alhamdulillah recommended, bisa dipercaya & lancar. Tetap semangat bang.

      Salam Lestari 😀

    1. Salam kenal mas Yoga. Untuk turun senaru saya belum pernah mas. Kalo rincian naik dan turun dari Sembalun sudah sy tulis di artikel saya >> goo.gl/tfLHYG

      Kontak porternya ada itu mas di atas, sudah sy tulis jg 🙂

      Smg bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s