Liburan Ke Sangiran – Antara Sejarah, Fakta dan Teori

Di akhir liburan lebaran 1437 H kemarin saya mencoba mengunjungi museum. Kok museum sih? apa asiknya ke museum? apa menariknya? apa serunya? liat benda mati doang? gak menarik. Mungkin ini beberapa pertanyaan yang ada dibenak teman – teman ketika mendengar tempat bernama museum. Tapi percayalah, akan selalu ada ilmu yang kita dapat di setiap perjalanan yang kita tempuh πŸ˜€ β€” mendadak bijak.

front
Patung Manusia Purba

Kali saya mengunjungi Museum Manusia Purba Sangiran. Sangiran berada di kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Di sini banyak ditemukan situs arkeologi purbakala, mulai hewan purba hingga manusia purba. Tempat di mana museum Sangiran ini berdiri adalah lahan berusia 1,8 juta tahun dan merupakan lapisan lahar vulkanik hasil erupsi Gunung Lawu Purba. Hingga saat ini telah ditemukan tidak kurang dari 100 individu fosil Homo Erectus di Sangiran ini. Jumlah ini mewakili lebih dari setengah populasi homo Erectus di Dunia.

Display Area 1 – Wealth of Sangiran

Di ruangan ini berisi galeri yang menampilkan fosil purbakala yang ditemukan di Sangiran. Di awal masuk ada sebuah timeline mulai awal bumi terbentuk (4,5 milyar tahun yang lalu) hingga saat ini. Saya baru tahu ternyata zaman Jurasic itu berada jauh ratusan juta tahun setelah bumi ada, saya kiraΒ ada di awal – awal, bodonya saya :D.

DSC03264 copy
Gajah yang pernah hidup di Sangiran. Mastodon, Stegodon dan Elephas

Di sangiran ini ada 3 jenis Gajah yang pernah hidup disini, antara 1 juta s/d 200.000 tahun yang lalu. Perbedaan ada di bentuk geraham dan gadingnya. Pertama, Mastodon, yaitu jenis gajah paling primitif di Sangiran. Kedua, Stegodon, memiliki gading membulat dan agak melengkung. Ketiga, Elephas, merupakan gajah paling modern, bentuk gading relatif lurus dan digunakan untuk menumbangkan pohon.

Selain hewan purba seperti gajah, molusca, kerbau, banteng, rusa, kuda sungai (- kudanil), digambarkan pula bagaimana manusia purba zaman itu hidup. Homo Erectus Sangiran hidup di periode 500.000 tahun yang lalu. Mereka hidup di lingkungan hutan terbuka di antara dua gunung api dengan aliran sungai dan danau di sekitarnya serta aneka ragam fauna. Mereka melakukan aktivitas sehari hari seperti membuat alat batu, berburu dan meramu.

DSC_0167 copy
Ilustrasi kehidupan Homo Erectus 500.000 tahun yang lalu.

Display Area 2 – Steps of Humanity

Di ruangan kedua ini, diceritakan bagaimana alam semesta dan tata surya kita terbentuk. Mungkin ada yang masih ingat dengan Teori Big Bang, nah itulah penjelasannya – googling sendiri ya :D. Bahkan di Sangiran ini ditemukan Tekstite yang merupakan serpihan benda angkasa yang meledak milyaran tahun yang lalu.

euvon
Eugene Dubois (atas) dan von Koenigswald (bawah)

Di ruang kedua ini kita akan di beri tahu bagaimana fosil terbentuk. Timeline zaman berganti, bagaimana para arkeolog mulai dari zaman Eugene Dubois, von Koenigswald hingga arkeolog negri sendiri sperti Prof. Soejono dan Prof. Teuku Jacob bekerja menemukan situs – situs Arkeologi.

Menurut para ahli, manusia itu berevolusi. Bicara Evolusi, tentu kita akan langsung teringat dengan Teori Evolusi milik Charles Darwin yang menggemparkan dunia. Bahkan masuk menjadi kurikulum pendidikan (Biologi). Meski teori tersebut dianggap hoax, tapi begitulah adanya, pernah ada seorang manusia yang sedang traveling di Pulau Galapagos dan mendapat ide dan mencetuskan Teori Evolusi, The Origins of Species by Means of Natural Selection.

Di galeri ini diberikan penjelasan bagaimana manusia berevolusi. Para ahli sepakat bahwa manusia berevolusi dari genus Australopithecus. Dimulai dari Homo Habilis – Homo Erectus – Homo Sapiens.Β Cara hidup manusia purba juga disajikan dalam bentuk patung, seperti kegiatan berburu dan meramu.

DSC03290
Alfred R. Wallace dan Charles R. Darwin beserta Β sinopsis karyanya

Display Area 3 – Golden era of Homo Erectus – 500,000 Year Ago

Disini pengunjung di berikan ilustrasi kehidupan homo erectus di masa 500.000 tahun yang lau secara lebih detail. Bagaimana cara hidup mereka, yaitu dengan berburu dan meramu. Manusia purba ini selalu hidup di dekat sumber air. Makhluk hidup memang sudah ditakdirkan butuh air, maka dari itu mereka hidup di daerah yang banyak tersedia air. Hidup di lereng gunung api, karena daerah seperti ini adalah daerah yang subur, sehingga tumbuhan banyak yang bisa hidup dan tumbuh. Dengan ini banyak hewan pula yang hidup dan bisa diburu untuk dijadikan makanan.

Selain itu digambarkan pula bahwa mereka hidup berkelompok dan berkeluarga. Ada pelajaran unik yang bisa kita ambil, Pertama, Manusia sejak dari awal memang ditakdirkan untuk tidak hidup sendiri. Kedua, zaman itu belum ada sex education, tapi mereka bisa berkembang biak, berarti sex adalah naluriah manusia, tidak perlu diajarkan sudah bisa sendiri πŸ˜€

DSC03325Ada satu hal lagi yang masih menjadi permasalahan yang belum terpecahkan, yaitu ditemukannya Homo Floresiensis. Ditemukannya homo floresiensis ini menimbulkan pertanyaan yang problematis, yaitu apakah merupakan jenis Australopithecus afarensis? apakah sejenis β€œLucy”? apakah dari jenis homo erectus atau homo sapiens ras Australomelanesid? ataukah homo sapiens yang mempertahankan karakter Homo erctus?

Kesimpulan

Sejarah alam semesta, tata surya, bumi dan makhluk hidup yang pernah hidup di dalamnya telah diteliti dan tercatat. Faktanya, ada peninggalan makhluk hidup tersebut berupa tulang, batuan dan fosil. Teori, ya teori, no comment πŸ˜€

Menurut pendapat saya pribadi, saya menolak keras bahwa nenek moyang manusia adalah dari Kera. Karena menurut teori Darwin sendiri bahwa individu yang dapat melalui seleksi alam akan tetap hidup, dan yang tidak berhasil akan mati. Jadi, jika manusia berasal dari kera, kenapa saat ini masih ada kera? harusnya sudah punah dong keranya. Karena sudah berhasil berevolusi menjadi manusia. Sehingga teori tersebut hanya sebatas teori tanpa ada kebenarannya. Mengenai bahwa ada fosil manusia purba dan hewan purba, memang adanya fakta nya begitu. Kita sebagai manusia berakal sedang diberi tahu akan kuasa Tuhan Yang Maha Agung.

#KeepTravellingAroundUs

Beberapa foto diambil oleh: Tomblok

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s