Pulau Tidung: My First Open Trip Experience

Libur Libur Libur Liburaannnn!! ๐Ÿ˜€

Sudah lama sekali rasanya tidak main ke pantai dan laut. Kali ini saya ikut open trip Pulau Tidung selama dua hari semalam (2D1N). Saya menggunakan jasa travel agent exploretidung.com (reviewnya menyusul). Pulau Tidung adalah salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu. Ada dua Pulau disini, Yaitu Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Kedua pulau tersebut dihubungkan oleh Jembatan Cinta (DILARANG BAPER :D, ini cuma istilah).

dsc03499_1

Ada dua pilihan keberangkatan, dari Kali Adem Muara Angke atau Marina Ancol. Saya pilih yang murah aja lewat Kali Adem. Perjalanan menggunakan kapal tradisional menempuh waktu 3.5 jam dengan fasilitas angin cepoy cepoy :D. Sedikit tips, datang awal, beli tiket awal, pilih keberangkatan paling pagi, minum ant*mo dan tidur. Pilih tempat duduk yang bisa selonjoran, kursi paling depan, atau di belakang mesin). Jangan pilih di atas mesin, panas, kayak sauna ๐Ÿ˜€

Penduduk Pulau Tidung ini ternyata nenek moyangnya adalah dari sukuย Melayu. Kalau yang sekarang sudah campuran dari berbagai suku, baik jawa, sunda, melayu, betawi, dll. Ada sebutan pula bahwa Tidung adalah kepanjangan dari Tempat Berlindung, karena dahulu pada masa penjajahan, pulau ini menjadi tempat berlindung orang pribumi.

Hari-1: Pulau Tidung Besar

Sekitar pukul 10.30 WIB tibalah di dermaga Pulau Tidung Besar. Kami di jemput travel agent dan langsung menuju Homestay. Satu homestay bisa diisi sampai 10 orang, tapi kali ini cuma diisi 5 orang (serasa private trip). Homestay-nya layak huni dan di tepi pantai persis. Saat datang, kami langsung disuguhi makan siang. Masakannya cukup enak, cocok di lidah.

dsc03505_1
Terumbu Karang

Pukul 13.00 WIB berangkat ke tempat snorkling. Kami dibawa menggunakan kapal speed boot ke tengah laut. Snorkling berlangsung sekitar 1.5 – 2jam. Setelah itu kita bisa menikmati wahana air seperti banana boot. Setelah itu kita pulang ke homestay bersih – bersih dan siap siap berburu Sunset.

dsc03507_1
Under Water

Pukul 17.00 waktu yang tepat melihat matahari terbenam (bukan tenggelam kayak cintamu ๐Ÿ˜€ ) sambil menikmati segarnya kelapa muda yang benar benar muda. Segaaarrr, mantab jivva :D.

dsc03586_1
Sunset

Lepas magrib, balik menuju homestay, makan malam, ibadah, istirahat sebentar dan kemudian bakar – bakar ikan, ngobrol ngalor ngidul sama tour guide, nyanyi bareng pake gitar (pinjem tetangga sebelah) hahaha ย ๐Ÿ˜€ .

Hari-2: Pulau Tidung Kecil

Keesokan harinya, pukul 05.00 WIB kami melanjutkan trip dengan berburu Sunrise, Jembatan Cinta dan eksplore Pulau Tidung Kecil. Sayang pagi ini mendung, mega menghalangi parasย matahari pagi.

dsc03593_1
On the way Pulau Tidung Kecil

Trip must go on. Kami putuskan langsung menuju pulau Tidung Kecil. Di siniย ada fosil ikan paus yang super gede!! Pulau tidung Kecil adalah kawasan konservasi, tempat pembibitan mangrove dan penangkaran penyu.

konservasi
Konservasi mangrove dan penyu

Jembatan Cinta adalah salah satu ikon dari pulai tidung. Konon dulu jembatan ini sering digunakan anak-anak muda untuk pacaran (jangan ditiru) jadi oleh anak-anak muda setempat disebutlah Jembatan Cinta. Sebenarnya jembatan ini dibangun untuk memudahkan mobilisasi penduduk lokal yang bermata pencaharian sebagai nelayan.

dsc03632_1
Jembatan Cinta

Ada mitos yang unik di jembatan cinta ini. Mitos yang ada, jika seseorang loncat ke laut dari jembatan cinta ini sebanyak 7 (tujuh) kali, maka dia akan bertemu dengan jodohnya. Konon sudah ada beberapa pasangan yang hubungannya bermula dari loncat 7 kali ini :D. Kata pemandu kami loncatan ini bisa di akumulasi. Misal trip kali ini baru bisa loncat 3 kali, nanti next trip bisa ditambah lagi untuk melengkapi sampai 7 kali :D.

Kalau jodohnya mau kayak Raisa atau Isyana, hmmm mungkin harus loncat 1000 kali :D. Percaya silahkan, mau loncat silahkan, enggak juga gapapa, toh jodoh di tangan Tuhan. Gak bakal kemana. Ya gak Dek?? :D.

dsc03627

Pukul 08.00 WIB sampai di homestay lagi dan saatnya sarapan. Lepas sarapan, mandi, packing, check out, dan menuju dermaga untuk berangkat pulang.

Pukul 11.30 WIB kami berangkat lagi naik kapal pulang menuju Kali Adem. Kapal yang kami tumpangiย ini nampak bagus dan keren. Kelihatannya pake AC, asumsi kami pasti kapalnya nyaman. Setelah naik, ternyata AC-nya mati, dinamo meledak kata awak kapal, gak ada angin. WHAT THE ****, hahahaha :D. Di dalam pengab gak bisa nafas, diluar panas terik matahari. Tinggal pilih, mau gak bisa napas atau mau di panggang? hahaha. Perjalanan pulang lebih cepat 2.5 jam waktu tempuh.

NB: Pulau Tidung sudah tersedia listrik 24 jam, sekolah (Paud s/d SMA), kelurahan, puskesmas, internet gratis di spot tertentu.

Update 1 Januari 2017

Kapal Zahro Expres yg saya naiki pas pulang dari Pulau Tidung ke Muara Angke terbakar hari ini, Minggu,ย 1 Januari 2017 ini. Serem juga rasanya pernah naikin kapal yg sekarang banyak memakan korban karena terbakar. Semoga keluarga korban diberi kekuatan & ketabahan. #zahroexpress

#KeepTravelingAroundUs

Advertisements

One thought on “Pulau Tidung: My First Open Trip Experience

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s